Selasa, 20 Desember 2011

Pura Agung Amerta Bhuana, Batam

Salah satu Pura di kota Batam sebagai sarana tempat ibadah umat Hindu adalah Pura Agung Amerta Bhuana yang letaknya sangat strategis dan nyegara gunung. Pura ini mempunyai hamparan pemandangan alam yang indah. Di sekitarnya terhampar Danau Sei Ladi dan Selat Malaka.
Di Pura ini terdapat bangunan Padmasana yang megah setinggi kurang lebih 15 meter yang merupakan Padmasana terbesar dan tertinggi di Indonesia. Tempat Hyang widhi bersthana ini dibangun berornamen Hindu klasik yang digabungkan dengan konsep modern monumental akan memperkaya Pulau Batam sebagai salah satu gerbang pariwisata di Indonesia bagian barat laut sebagai miniatur kebhinekaan Indonesia.
Tinjauan Historis Pura Agung Amerta Bhuana adalah dimulai pada tahun 1999 yang merupakan tahun yang memberikan semangat baru bagi umat Hindu di Batam, karena surat dari Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Batam yang bernomor 013/PHDI/BTM/VI/99 tertanggal 09 Juni 1999 yang inti pokok dari surat itu adalah permohonan lokasi tanah untuk pura kepada Ketua Otorita Batam, bapak Ismeth Abdullah , mendapat tanggapan yang menggembirakan.
Sampai saat ini Parisada telah diberikan dokumen sebagai referensi sehubungan dengan keberadaan pura diantaranya :
· Surat Ijin Prinsip No : 247/IP/KA/VII/99, tertanggal 26 Juli 1999
· Hasil pengukuran Lokasi No : 383/AT.2/X/1999, tertanggal 18 Oktober 1999
· Kode Gambar PL No. : 99010773
Semenjak dikeluarkannya legal aspek oleh otorita Batam, maka Parisada Batam membentuk Panitia Pembangunan Pura yang diketuai oleh Bapak Ketut Widiana Sulatra dengan surat keputusan bernomor 015/PHDI/BTM/VII/1999, mulai bekerja secara bertahap untuk mewujudkan cita-cita membangun pura. Parisada Batam selalu berpikir kedepan serta mengantisipasi hal hal yang tak diinginkan dimasa masa yang akan datang baik secara skala maupun niskala, maka dari itu langkah yang telah dilakukan untuk senantiasa mendapatkan limpahan Wara Nugraha dari Hyang Widhi adalah sebagai berikut :
1. Meditasi Bersama.
Meditasi bersama dilakukan untuk menentukan letak titik Padmasana, yang telah dilaksanakan pada tanggal 8 Maret tahun Masehi 2000 dari jam 19.00 – 22.00 WIB. Yang dipimpin oleh Maha Pendeta Ida Pedanda Gde Oka Kemenuh dari Jakarta
2. Peletakan Batu Pertama
Peletakan Batu Pertama telah dilaksanakan pada tanggal 04 Juni tahun Masehi 2000. Upacara inipun dipimpin oleh Maha Pendeta Ida Pedanda Gde Oka Kemenuh yang dihadiri oleh umat Hindu di Batam dan sekitarnya.
3. Pemelaspasan Alit
Setelah beberapa bangunan utama selesai, dibangun agar bisa digunakan untuk melakukan persembahyangan, maka diadakan upacara pensucian yang telah dilakasanakan pada tanggal 03 Agustus 2003. Bangunan yang disucikan pada waktu itu meliputi sebuah Padmasana, Candi bentar, dan Balai Pawedan serta areal parkir dengan jalan melingkar. Upacara ini dihadiri oleh bapak Dirjen Bimas Hindu dan Budha Departemen Agama RI. Dan dipimpin oleh Maha pendeta Ida Pedanda Gde Oka Kemenuh.
4. Pelinggih Penglurah Ratu Gde Dalem Bumi
Pelinggih ini dibangun setelah sebulan upacara pemlaspasan alit dan telah dihaturkan upacara Pemakuh pada tanggal 10 Oktober 2003. Upacara dilaksanakan bertepatan dengan persembahyangan Purnama. Dan dipuput oleh Pinandita di Batam yaitu Pinandita Putu Satria Yasa & Pinandita I Wayan Catra Yasa.
5. Pelinggih Pengapit Lawang.
Pelinggih ini dibangun sebulan setelah pelinggih Panglurah dan telah dihaturkan upacara pemangkuhan pada tanggal 8 Nopember 2003
6. Papan Nama Pura Agung Amerta Bhuana
Papan Nama dibangun setelah sebulan pelinggih pengapit lawang, terletak dipinggir jalan di areal Parkir / Pratamaning Mandala. Upacara Pemangkuh, telah dilaksanakan pada tanggal 06 Maret 2004 bertepatan dengan persembahyangan Purnama Sasih Kesanga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar